You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
80 Jakpreneur Ikuti Pelatihan Soft Skill di Tambora
photo Istimewa - Beritajakarta.id

80 Pelaku UKM di Jakbar Ikuti Pelatihan Soft Skill

Sebanyak 80 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) binaan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Barat mengikuti pelatihan soft skill yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tambora, Rabu (12/6).

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemasaran

Kepala Satpel PPKUKM Kecamatan Tambora, Edy Hasnan Bako mengatakan, 80 peserta pelatihan berasal dari 11 kelurahan yang didominasi pelaku usaha kuliner makanan dan minuman.

“Pelatihan digelar untuk meningkatkan pemahaman para peserta soal pengetahuan menggunakan media sosial berbasis digital,” ujar Edy.

PPKUKM Kepulauan Seribu Gencarkan Pelatihan Soft Skill

Dikatakan Edy, pihaknya menghadirkan narasumber kegiatan, Anastasia Lintang dari Universitas Dian Nusantara yang membawakan materi pemasaran produk secara online dari mulai usaha kuliner maupun non kuliner.

“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemasaran sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian,” katanya.

Imas Masriah (46), salah satu peserta pelatihan yang juga warga RT 03/05, Kelurahan Angke mengaku senang bisa mengikuti pelatihan.

“Senang karena dapat ilmu dan pengetahuan baru untuk meningkatkan pemasaran produk usaha saya,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye8139 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1290 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1193 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1106 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye938 personBudhi Firmansyah Surapati